Prodi Ekonomi Pembangunan untuk keempat kalinya mengadakan acara konferensi Internasional mengenai ekonomi Islam dan Inklusi Keuangan, 4th International Conference on Islamic Economics and Financial Inclusion (ICIEFI). Tahun ini tema konferensi yang diangkat adalah tentang mencari keseimbangan aspek inovasi dan aspek sustainabilitas Tak bisa dipungkiri bahwasanya digitalisasi telah menjadi trend dan mentransformasi gaya hidup manusia. Misal, keberadaan G0-Jek, Traveloka, Grab telah memberikan perubahan cara manusia berperilaku secara ekonomi.

Isu inovasi dan sustainabilitas menarik untuk dikaji karena membawa aspek peluang dan risiko. Peluang yang paling penting adalah semakin terbukanya akses kepada pasar dalam konteks memudahkan transaksi secara ekonomi karena sirkulasi barang dan jasa dihubungkan dengan alat digital. Karenanya, hal ini menuntut aspek inovasi yang berkelanjutan guna semakin efisien dan kompetitif seiring kebutuhan manusia yang semakin kompleks. Di Indonesia, transaksi fintech tumbuh 16.3% setahun dengan nominal USD 22,338 milyar (Fintech Report 2018). Apalagi dengan jumlah populasi lebih dari 250 juta orang, penetrasi internet di atas 100 juta orang, pengguna aktif media sosial di atas 100 juta, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil 5 persen per tahun, maka inovasi di bidang teknologi akan terus berkembang pesat.

Namun demikian, disisi lain, perkembangan inovasi memberikan ekses yang negatif bagi ekosisten kehidupan manusia. Isu mengenai cyber crime, money laundering, dan financial integrity menjadi isu hangat di kalangan pembuat kebijakan. Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan dibentuk tahun 2011 guna menakar ekses negatif ini terutama yang terkait dengan proteksi konsumen.

Akhirnya, ada konferensi ini adalah menjadi media bertemunya para cendekia dari seluruh dunia untuk berdiskusi dan menjadi solusi mengenai bagaimana menemukan keseimbangan ditengah pesatnya inovasi dengan tetap menjaga sustainabilitas dalam arti kesinambungan bidang-bidang yang sudah ada sebelumnya, baik dalam bidang keuangan maupun non keuangan. Sebagai wujud atensi atas isu ini, ratusan paper akan dipresentasikan dari lebih dari 10 negara pada 30 hingga 31 Juli 2019 di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan mendukung penuh 4th ICIEFI dengan menjadi sponsor dan pengisi acara.

Sumber: Dimuat ulang dari http://ipief.umy.ac.id/id/4th-iciefi-mengangkat-isu-tentang-inovasi-dan-sustainabilitas-di-era-disrupsi/