DANA HAJI DAN PEMBANGUNAN NASIONAL

November 17, 2017 oleh : superadmin-eco

Berdasarkan UU No 34 Tahun 2014, disebutkan dana haji sebagai gabungan antara Dana Abadi Umat (DAU) dan setoran biaya serta efisiensi penyelenggaraan haji. Adapun, UU itu mengartikan DAU sebagai hasil pengembangan dan sisa biaya operasional penyelenggaraan haji. Menurut data yang dihimpun, kuota jama’ah haji Indonesia setiap tahunnya tidak mengalami peningkatan yang signifikan, sedangkan untuk biaya yang harus dibayarkan sebesar 34,89 juta per orang.

Total dana haji hingga 2017 sebesar Rp 99 Triliun dengan perincian dana sebesar Rp 36,7 triliun ditempatkan ke sukuk, sisanya sebesar Rp 62,3 triliun ditempatkan di perbankan syariah. Padahal per tahun kuota haji Indonesia sekitar 210.000 orang, hanya Rp 6-7 triliun yang digunakan untuk operasional haji tahunan.

Melihat fenomena tersebut, Prodi Ekonomi Pembangunan melalui BI Corner mengadakan BI Corner Lecture Series edisi ke-V dengan topik “DANA HAJI DAN PEMBANGUNAN NASIONAL” yang diselenggarakan di ruang diskusi BI Coener. Acara berlangsung pada tanggal 17 November 2017 pukul 13.00 WIB. Tampil sebagai pembicara adalah Ayif Fathurrahman, SE, MSi selaku dosen sekaligus pakar ekonomi islam. Beliau mengungkapkan, investasi dana haji ke sukuk selama ini masuk ke kolom pembiayaan umum APBN. Sebaiknya pemerintah melalui Kementerian Keuangan dapat menempatkan dana haji ke sukuk berbasis pembiayaan proyek. Strateginya melalui akad wadiah yad dhomanah, di mana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat kala si pemilik menghendakinya, ungkapnya.

Saai ini pemerintah membutuhkan Rp 5.000 triliun untuk infrastruktur, namun APBN hanya dapat memberikan setidaknya Rp 400 triliun setiap tahun. Beberapa alokasinya digunakan untuk perluasan bandara Soekarno-Hatta, pembangunan tol baru Medan-Tebingtinggi, dan Pelabuhan Kuala Tanjung, dll.

Selain itu, beberapa negara sudah melakukan alokasi dana haji kepada pembiayaan proyek yang startegis. Contohnya, Malaysia menggunakan dana haji untuk membangun sejumlah infrastruktur seperti bandara dan perkebunan dan untuk meningkatkan pelayanan haji. Malaysia membangun rumah sakit di Mekkah dan Madinah serta pusat kesehatan di Arafah dan Mina. Bahrain menginvestasikan dana haji pada proyek pembangunan Palm Island, pungkasnya. (Fitra&WM)

Sharing is caring!