Untuk mencapai visi dan misinya, yaitu menjadi program international bereputasi di bidang Ekonomi Islam, Perbankan dan Keuangan di ASEAN pada 2021, banyak usaha yang harus dilakukan oleh International Program for Islamic Economics and Finance (IPIEF). Penyelenggaraan dua agenda internasional rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya: International Conference on Islamic Economics and Financial Inclusion (ICIEFI) dan International Training for Young Islamic Economic Leaders (ITYIELds) merupakan salah satu dari usaha penting yang perlu dilakukan tidak hanya untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dalam bidang ekonomi Islam tetapi juga merupakan forum bagi ekonom Islam untuk berkumpul dan bertukar ide-ide segar tentang apa yang harus dilakukan ke depan dalam rangka pengembangan ekonomi Islam.

Penjelasan sebelumnya disampaikan oleh Dr. Dimas Bagus Wiranatakusuma ketika ditanya perihal tujuan utama diselenggarakannya konferensi internasional dan summer school (ITYIELds) yang akan rangkaian acaranya akan diselenggarakan oleh IPIEF pada 8-12 Juli 2018 mendatang di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ia juga menambahkan bahwa konferensi internasional ini adalah yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh IPIEF sejak 2015 sedangkan untuk summer school, tahun ini adalah tahun kedua. Oleh karenya itu, IPIEF mencoba menjalin dan memperluat kerjasama dengan berbagai institusi dalam dan luar negri, seperti International Institute of Islamic Thought (IIIT), Bank Indonesia, I-FIKR dari International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF), dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), untuk menyebut diantaranya. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk memastikan kesuksesan kedua acara internasional tersebut.

Terkait dengan konferensi internasional, Dr. Ayif Fathurrahman, Ketua Panitia agenda ini menyatakan bahwa 3rdICIEFI sudah berkolaborasi dengan berbagai journal terindeks SCOPUS, Econ-Lit dan Web of Science sebagai jurnal afiliasi konferensi ini yang mencakup: Malaysian Journal of Economic Studies (MJES) (Scopus Q3), International Journal of Economics, Management and Accounting (IJEMA), dan Journal of Islamic Monetary Economics and Finance (JIMF) yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia. Ia juga menegaskan: “Perlu juga diperhatikan bahwa publikasi di jurnal afiliasi sangat bergantung pada hasil review dan kualitas paper yang sudah ditentukan jurnal-jurnal tersebut.”

Lebih lanjut, 2nd ITYIELds yang diadakan dengan kolaborasi antara IIIT dan IPIEF akan membahas isu integrasi dan Islamisasi ilmu pengetahuan, lebih spesifiknya: “Al Quran, Science, and Civilizational Renewal: Integration and Quality Assurance”. Habib Chirzin, Perwakilan IIIT untuk Indonesia menjelaskan: ”Program Summer school, dalam hal ini ITYIELds, yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah program yang excellent untuk dosen, peneliti, mahasiswa dan praktisi untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi dengan berbagai pakar dari berbagai bidang. Ini diharapakan bahwa ide integrasi ilmu yang didasarkan pada worldview Islam akan bisa dikembangkan dan disosialisasikan. Kami menyambut anda untuk berpartisipasi dalam summer school internasional ini.”

Source: IPIEF

Sharing is caring!