Perkuliahan

 PERKULIAHAN

  1. Sistem Kredit Semester (SKS)

Satuan Kredit Semester, yang selanjutnya disingkat sks adalah takaran waktu kegiatan belajar yang di bebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.

  1. 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa kuliah,responsi, atau tutorial, terdiri atas:
  • kegiatan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;
  • kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menitper minggu per semester; dan
  • kegiatan mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa seminaratau bentuk lain yang sejenis, terdiri atas:
  • kegiatan tatap muka 100 (seratus) menit per minggu per semester; dan
  • kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu persemester.
  1. Perhitungan beban belajar dalam sistem blok, modul, atau bentuk lain ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi capaian
  2. 1 (satu) sks pada proses pembelajaran berupa praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau proses pembelajaran lain yang sejenis, 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per

 Beban Studi Per Semester

Beban Studi per semester adalah penyusunan program akademik (jumlah SKS maksimal) yang dapat diambil oleh mahasiswa dengan bimbingan Dosen Pembimbing Akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

Jumlah sks yang dapat ditempuh dalam setiap semester telah diatur sebagai berikut:

  • Semester I dan semester II : 20 - 22 SKS (sistem paket).
  • Semester III s/d semester VIII : maksimum 24 SKS/

 Masa Perkuliahan

Perkuliahan berlangsung pada semester ganjil dan semester genap. Jumlah pertemuan tatap muka disesuaikan dengan bobot SKS seperti pada tabel di bawah. Misalnya untuk mata kuliah 2 SKS, maka terdapat pertemuan tatap muka 2x50 menit, dengan 16 kali pertemuan, termasuk ujian capaian pembelajaran.

 

Kegiatan Ta t ap Mu k a

(menit)

Tugas Terstruktur

(menit)

Tugas Mandiri

(menit)

Kuliah Teori

Praktikum

Praktek Lapangan

1 x 50

2 -3 x 50

4-5 x 50

60

60

60

60

60

60

 

 

 

 Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dalam Perkuliahan

  1. Kehadiran dosen Dosen atau tim dosen yang mengampu mata kuliah bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan proses pembelajaran, ujian capaian pembelajaran dan Dosen wajib hadir tepat waktu dan memberikan perkuliahan sesuai aturan perkuliahan sebagaimana dijelaskan di atas. Memberikan semua materi (kuliah, praktikum, ujian capaian pembelajaran dan penilaian) sesuai dengan RPS yang ditetapkan. Mengisi presensi kehadiran dosen 1 kali setiap pertemuan. Proses perkuliahan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan baik tempat dan waktu. Jika perkuliahan tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dosen wajib memberitahu mahasiswa dan memberi kuliah tambahan di waktu lain sebagai pengganti. Jadwal kuliah tambahan harus didiskusikan dengan mahasiswa yang bersangkutan. Nilai harus transparan dan harus dikeluarkan tepat waktu. Hal-hal lain yang belum diatur dapat dibuat kesepakatan antara dosen dan mahasiswa pada saat kontrak belajar di awal perkuliahan demi kelancaran dan ketertiban proses pembelajaran.

Untuk merespon kemajuan teknologi dan revolusi industri 4.0, UMY telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan dosen-dosen UMY untuk menggunakan pembelajaran daring (dalam jaringan), dengan komposisi pembelajaran sebagai berikut: 40% pembelajaran dilakukan secara daring, dan 60% pembelajaran dilakukan secara face to face di kelas. Dengan demikian, maka diharapkan frekuensi dosen dapat mengajar 100% dalam setiap semester.

  1. Kehadiran Mahasiswa

Mahasiswa wajib memenuhi kehadiran perkuliahan setiap mata kuliah yang diambil minimal 75% dari total pertemuan kuliah. Rekapitulasi presensi kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan dapat diakses secara online oleh orangtua mahasiswa. Jika ada kesalahan input presensi kehadiran, mahasiswa bisa melakukan klarifikasi di pengajaran.

Kegiatan Perkuliahan

Kegiatan perkuliahan dapat dibedakan menjadi perkuliahan teori, pratikum dan kerja lapangan.

  1. Perkuliahan teori adalah perkuliahan yang sifatnya mengkaji dan menguasai teori, konsep, dan prinsip suatu bidang
  2. Praktikum merupakan salah satu metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman maupun keterampilan Dilaksanakan di laboratorium, kelas, workshop dan sebagainya.
  3. Kuliah kerja lapangan adalah perkuliahan yang sifatnya mengaplikasikan teori dalam bentuk praktik kerja diPerkuliahan terdiri dari kegiatan tatap muka, terstruktur, dan mandiri.
  • Kegiatan tatap muka adalah kegiatan perkuliahan terjadwal, dosen dan mahasiswa saling berkomunikasi secara langsung berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, seminar atau kegiatan akademik
  • Kegiatan terstruktur adalah kegiatan belajar diluar jam terjadwal, mahasiswa melaksanakan tugas dari dan dalam pengawasan dosen yang berupa tugas-tugas pekerjaan rumah, penulisan laporan, penulisan makalah, penelitian atau kegiatan lain yang
  • Kegiatan mandiri adalah kegiatan belajar yang diatur oleh mahasiswa sendiri untuk memperkaya pengetahuannya dalam rangka menunjang kegiatan terstruktur yang berupa belajar di perpustakaan, wawancara dengan narasumber atau kegiatan lainnya yang

Tata Tertib Perkuliahan

Mahasiswa wajib mengikuti kuliah, praktik dan kegiatan akademik lain yang diselenggarakan fakultas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Apabila mahasiswa tidak bisa hadir pada suatu kegiatan akademik atau perkuliahan wajib menyampaikan surat ijin berikut alasan ketidakhadirannya.

  1. Mahasiswa hadir dalam perkuliahan tepat
  2. Mahasiswa yang tidak bisa mengikuti perkuliahan diwajibkan membuat surat ijin kepada dosen yang bersangkutan.
  3. Mahasiswa berpakaian rapi, sopan dan menutup aurat (mahasiswa putra memakai baju berkerah, bersepatu, celana panjang. Untuk mahasiswa putri memakai busana muslimah tidak ketat).

  Ujian Capaian Pembelajaran

Ujian Capaian Pembelajaran adalah evaluasi pembelajaran untuk mengukur capaian pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Dengan demikian, maka ujian capaian pembelajaran dapat dilaksanakan beberapa kali dalam 1 semester sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.