Tiga mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMY yang tergabung dalam kelompok pengabdian masyarakat melestarikan permainan tradisional melalui SEMATRAS (Sekolah Permainan Tradisional) Waffa Fauziah (EP 2016), Ade Try Suistyo (EP 2016) dan Annisa Ul Fauziah (EP 2017) bersama dengan 2 rekannya Ujang Nurdin (Akuntansi 17) dan Alfiyani AIsyah (Ilmu Komunikasi 16) yang didampingi oleh dosen dari prodi Ekonomi Pembangunan Ahmad Maruf. Pelaksanaan kegiatan ini melalui dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian masyarakat (PKM-M) Ristek Dikti 2019.

Sematras merupakan sekolah permainan tradisional yang didirkan dengan tujuan mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak dengan target usia Sekolah Dasar (SD). Tujuan lain didirikannya sematras ini untuk mengurangi anak-anak bermain gadget terutama pada saat dirumah supaya anak-anak dapat mengenal kembali jenis jenis dan memainkan permainan tradisional yang ada di Indonesia. Kegiatan ini berlokasi di Dusun Rogoyudan RW 12.

Dalam kegiatan peresmian Sematras pada (21/4) Kepada Dusun Roguyudan sangat mengapresiasi kegiatan sematras yang berlangsung di balai dusun Dusun Rogoyudan RW 12. “Saya sangat setuju dan mengapresiasi program dari mbak-mbak dan mas-mas dalam upaya pelestarian permainan tradisional ini, karena sekarang saja anak-anak banyak yang tidak tau apa itu gasing, yoyo, dakon dan lain sebagainya mereka hanya tau permainan di gadget mereka.” tutur Sarwono . Selain itu beliau juga mengatakan bahwasannya “saya berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama beberapa minggu saja saya berharap kegiatan ini akan dapat berlangsung secara terus menerus kalau bisa tidak hanya di lakukan di Dusun Rogoyudan RW 12 namun di lakukan juga di daerah lainnya supaya lebih banyak anak-anak yang mengenal kembali permainan tradisional”.

Kegiatan Sematras ini telah berlangsung selama tujuh kali pertemuan dengan diisi setiap Minggu sore atau pagi yang bertempat di balai desa Dusun Rogoyudan. Metode yang digunakan untuk menarik anak-anak supaya dapat berperan aktif dalam pelestarian permainan tradisional ini menggunakan metode belajar dengan bercerita dan mempraktekkan langsung permainan tersebut. Dengan begitu diharapkan anak-anak akan lebih aktif dan tergugah keinginannya dalam mengetahui permainan tradisonal tersebut.

Dalam kegiatan yang telah belangsung selama tujuh kali perkembangan terhadap anak-anak dalam mengurangi gadget dan memainkan kembali permainan tradisional kembali sudah terlihat, hal ini diungkapkan oleh ibunda dari salah satu siswa bernama Elsi menurut ibunda Elsi anaknya saat ini sudah sangat mengurangi bermain gagdet dan lebih suka bermain bersama teman-temannya berkumpul didepan rumah memainkan perminan tradisional yang dibagikan saat selesai kelas. Orang tua sangat mendukung kegiatan Sematras ini dan berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara terus menerus karena telah menghasilkan dampak positif bagi anaknya.

“kegiatan ini masih berlangsung satu kali pertemuan lagi, setelah itu akan ada penutupan sekolah dan desiminasi kami beekerjasama dengan dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman dalam kegiatan pameran potensi daerah Sleman yang bertempat di Lapangan Denggung pada tanggal 6-15 Juli 2019. Saya berharap tanpa adanya kita semua (waffa, ade, annisa, ujang, aisyah) Sematras dapat terus berjalan dan anak-anak akan lebih semangat dalam melestarikan permainan tradisional karena kami juga bekerjasama dengan mitra dusun yaitu pemuda pemudi dusun Roguyudan RW 12.” tutur Waffa ketua program Sematras.