Mengejar gelar doktor semakin sulit tanpa usaha dan tekad terus berlanjut. Namun, Romi Bhakti Hartarto, M.Ec., salah satu dosen IPIEF mengikuti program doktoral di School of Social Sciences, Universitas Heriot-Watt, Edinburgh United Kingdom saat ia dianugerahi beasiswa Heriot-Watt University. Beasiswa ini telah menjadi program bergengsi karena standar dan proses melelahkan yang harus dipenuhi dan diselesaikan oleh semua pemohon.

Untuk mendapatkan beasiswa doktor di universitas ini ternyata tidak mudah. Ini menuntut usaha ekstra termasuk proposal penelitian yang meyakinkan dan persiapan wawancara yang ekstensif yang harus dilakukan karena proses seleksi terdiri dari seleksi administrasi dalam proposal penelitian tertentu, dan wawancara langsung dilakukan melalui Skype dengan dua orang Profesor dari Universitas Heriot-Watt. “Usulan penelitian sebagai bagian dari dokumen yang dibutuhkan untuk mendapatkan beasiswa ini sangat penting karena Pengawas akan meneliti dengan seksama kebaruan penelitian ini. Selain itu, dalam sesi wawancara, sangat penting untuk meyakinkan Profesor bahwa disertasi yang akan dilakukan dapat berkontribusi secara substansial terhadap budaya akademik, “Hartarto menjelaskan saat diwawancarai pada (24/11).

Saat ditanya mengenai perasaanya terkait beasiswa ini, dia menjawab, “Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk melanjutkan pendidikan doktoral Ekonomi di Universitas Heriot-Watt, Edinburgh, karena saya adalah salah satu yang telah dipilih untuk beasiswa ini dari 74 kandidat dari di seluruh dunia, “kata Hartarto. Dia juga menambahkan, “Awalnya, ada 20 orang yang dipertimbangkan untuk sesi wawancara, namun hanya tiga di antaranya yang pada akhirnya dapat dipilih untuk mendapatkan beasiswa yang sangat kompetitif yang pernah saya coba.”

Bagi mereka yang berencana melanjutkan program magister atau doktoral, proposal penelitian adalah dokumen penting dimana kandidat akan ditentukan apakah dia diterima atau tidak. Dengan demikian, tidak boleh menganggap “remeh” untuk analisis menyeluruh dan berpikir mendalam sambil menyiapkan proposal. Akhirnya, dia memberikan nasehat berharga bagi mahasiswa ekonomi UMY, dengan menekankan: “Jangan pernah gentar. Tidak apa-apa untuk berhenti sebentar tapi tidak pernah boleh berhenti “. [Aw]

Sumber : IPIEF (diterjemahkan)

Sharing is caring!